Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

A letter for you...

Hai, kamu...  Sudah sangat lama sekali sejak terakhir kita bertemu Apa kamu baik - baik saja disana Jangan tanya aku, aku tak akan pernah baik - baik saja tanpamu Masih ingat tidak... Terakhir kita membahas apa, atau meributkan apa Atau cuma aku saja yang dengan bodohnya masih mengingat Tak apa segala tentangmu selalu manis diingatanku Jika rindu bilang ya Hubungi saja aku, aku pasti paham maksudmu Bukankah sejak dulu aku yang selalu memahamimu Meski sepertinya kamu tidak terlalu memahamiku   Jika sudah tidak sibuk hubungi aku ya Aku bukannya tidak peka jika kamu sedang kesal Hanya saja aku tahu ada banyak hati yang harus aku jaga Karna kembali menjadi kita tanpa mengorbankan siapapun itu cuma khayalan Jika marahmu sudah mereda Aku masih menunggu meski hanya sapaan Selamat Pagi Siang atau Malam Terlalu aku berharap kamu mengirimiku pesan meski singkat dan berjeda Bahkan bukan lagi siapa yang salah yang kupikirkan Jangan memberi asupan untuk emosimu Aku dan egoku selalu luruh j...

2020

 Jujur ini tahun yang sangat mengerikan, menyedihkan, menyesakkan di 32 tahun ini Melewatinya sampai akhir nanti semoga Tuhan masih berkenan menyertai Jangankan berlari, berdiri jatuh berjalan lagi saja sudah Puji Tuhan Jangankan memikirkan orang lain, diri sendiri bisa selamat saja Puji Tuhan   Kehilangan yang dikasihi Kehilangan pekerjaan Kehilangan ketenangan Kehilangan damai sejahtera Dan semoga sudah tidak ada kehilangan lagi Harus menjadi manusia yang bagaimana lagi supaya tetap bertahan Jangankan berpikir buruk tentang orang lain, sebisa mungkin diri sendiri jangan buruk Manusia dengan sifat dan pribadinya masing - masing, sibuklah dengan diri sendiri Berpikir tenang, waras, santai dan lapang jadi satu - satunya solusi   Ketika yang lain gemar menyakiti sesamanya, berlaku seenaknya seakah kepentingannya diatas segalanya Ada yang lebih memlilih diam mengamati sambil mengobati luka - lukanya sendiri Bercerita hanya pada Tuhannya tentang apa yang dia lihat dan dia ala...

Toxic

Manusia dengan obsesinya, Manusia dengan hidup dan cita - citanya Ada kalanya menjadi sok tahu antara satu dengan lainnya Tiba - tiba menjadi bijaksana layaknya motivator Menjadi lugas menyampaikan bahwa hidup harus dengan ikhlas dan rasa syukur Manusia dengan sepatunya masing - masing dan jalannya masing - masing Tidak semua bisa menyikapi dengan enteng ikhlas dan bersyukur Tidak setiap kali bisa memandang segalanya dari kacamata pemuka agama atau cendekiawan Semua dengan kemudi dan arah tujuan yang berbeda - beda Itu kenapa profesi psikologi itu dibutuhkan dan mahal Karena manusia ingin didengar bukan diceramahi balik Saat orang butuh didengar bukan dikomentari apalagi diajak bersyukur Dan ketika ada pribadi yang merasa siapapun dan segala hal disekitarnya bersifat racun Tidak perlu memaksakan diri jadi manusia sosial jika nyatanya tidak nyaman Tidak perlu berusaha keras menjadi terbuka dan menyenangkan Tidak perlu menjadi yang bukan diri sendiri hany...

Kelabu yang takkan pernah menjadi terang

Rasa - rasanya sesak ini takkan pernah menemukan leganya Jangankan merasa lapang yang ada hanya sengal yang tak seorang pun tahu Mengerikan gelapnya begitu pekat tanpa sekat Semenderita ini nyatanya sepeninggalnya Hari - hari yang sebelumnya terasa sulit dan membelit Nyatanya ketika dia pergi segalanya makin mencekik Dan ya tentu saja siapapun tak ada yang tahu Sekedar menampakkan senyum bahwa semuanya baik - baik saja Penyesalan bukan lagi kalimat yang mampu mewakili Andai bisa menebus dengan segala hal nyatanya tak bisa Ternyata semengerikan ini ditinggalkan olehnya Ditinggalkan yang takkan pernah kembali Pak, Bagaimana kabarmu disana ? Pasti banyak yang baik - baik menyertaimu dan menemanimu Aku disini cuma bisa diam sendiri dan merindukanmu Pastikan dirimu baik - baik saja sampai kita ketemu lagi ya

First Man I loved 💔

Manusia bisa memilih siapa pasangannya Manusia berhak menjatuhkan hatinya untuk siapa Manusia mutlak memegang kendali atas keputusannya Tapi seorang anak hanyalah hasil dari hubungan badan antar manusia yang berbeda jenis kelamin Menjadi egois dalam menentukan hidup Memegang teguh idealis yang kadang salah kaprah Mengeraskan hati atas dasar emosi yang tak terarah Nyatanya seorang anak hanya bisa menjadi saksi bisu hubungan suami istri yang ia sebut orangtua Anak tidak bisa menjatuhkan pilihan dilahirkan ditengah orangtua yang seperti apa Anak melewati tumbuh kembangnya di lingkungan yang tidak bisa ia tolak Anak menjadi sosok dewasa yang entah nantinya berkarakter seperti apa Anak bahkan tidak dibenarkan untuk sekedar menilai bagaimana orangtuanya Semuanya luluh lantak datang bersama awan hitam pekat yang menggelapkan seluruh pandangan Waktu yang tak terduga nyatanya sudah ditentukanNya untuk kembalinya seseorang yang ia panggil " Bapak " Anak...

Yang tadinya sekarang menjadi...

Manusia memang hobby berkhayal Beberapa lupa bahwa tidak semua berujung nyata dan manis Ada yang realistis dengan menganggap itu hiburan semata Setidaknya tahu cara menghibur diri sendiri Bersama seseorang untuk kurun waktu yang cukup lama Menghabiskan waktu berdua secara nyata dan bahagia Merencanakan segala mimpi dan harapan tanpa beban Nyatanya memang seringan dan sebahagia itu Takdir bisa saja berkehendak sesuka hatinya Tapi jangan lupa nasib juga tidak akan tinggal diam Hidup memang semenggelikan itu untuk diungkap Antara mimpi dan realita kadang setipis hati yang sedang patah Mengambil sikap untuk sekedar menyelamatkan sedikit harga diri yang tersisa Berusaha berdiri tegak meski tubuh mulai meremang Memaksa kesadaran tetap berada ditempatnya Menerima semuanya seakan - akan tegar dan ikhlas meski nyatanya...