Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Pilihannya hanya dua

Mengapa harus meletakkannya pada manusia Mengapa harus mempercayakannya pada manusia Mengapa harus menyerahkannya pada manusia Pertanyaannya siapa yang bodoh disini ? Bukannya alam pun sudah memberi pertanda Bukannya semua sudah saling mengingatkan Bukannya Tuhan juga sudah turun tangan Pertanyaannya siapa yang bebal disini ? Lambat laun semua terjadi Hari membantunya terbuka Bulan mengizinkannya tersibak Dan tahun menyatakan bahwa segalanya nyata Sudah bukan lagi perkara bertahan Berkorban pun jadi suatu kesia-siaan Bukan cinta jika begini jadinya Meluruhkan segala harap dan asa yang dilangitkan selama ini Pilihannya hanya dua Ya tidak mungkin tiga atau lebih Karena ini antara dua anak manusia yang dulunya saling Apakah cinta yang menjadi pondasi hidup atau duniawi yang menjamin kebahagiaan didunia ? Serendah itu sebuah hubungan ditukar demi status sosial, eksistensi dan kengerian dunia selanjutnya...

Ketika perbedaannya setipis itu

Benar memang jangan terlalu benci nanti jadi cinta Nyatanya pun sebaliknya jika sudah tersakiti atau kecewa luar biasa Jangan sesekali percaya bahwa cinta itu kekal, tidak pada semua orang Manusia zaman ini lebih percaya pada materi yang menjamin kebahagiaan daripada pasangan Ngeri ya... Saya jawab ya, sangat mengerikan bahkan Bisa dibayangkan jika materinya dilalap habis oleh Sang Maha Hidup Masih tetap bahagia ? Atau mau pura - pura gila ? Nikmati saja materi itu sekenyang - kenyangnya Berdoa yang kencang semoga tidak cepat habis atau dirampas tak bersisa Bekerjalah supaya bisa bertambah siapa tahu rezeki orang Dan satu lagi, jangan dibagi supaya tetap utuh dan sama sekali tidak berkurang Saya ? Saya bersyukur dengan kesehatan ini, dengan kebebasan ini, dengan Kasih Tuhan saya yang luar biasa membuat saya kaya Dan satu lagi, saya bersyukur bisa tetap waras ketika dihadapkan ketidakwarasan seperti kalian Oh ya satu lagi, saya bersyukur diizinkan Tuhan saya menyaksika...

Bukan lagi untuk cinta - cintaan

Manusia diciptakan berpasang - pasangan Dan konon manusia berhak memilih siapa pasangannya Pertanyaannya manusia yang mana atau yang bagaimana Sudah yakin bisa memilih dan pasti berhasil Jika memang berhak memilih lalu patah hati itu apa Jika memang berhak memutuskan lalu perceraian itu apa Jika memang berhak memilah - milah lalu bunuh diri karna cinta itu apa Bukannya hak itu tidak mutlak dimiliki manusia Sepertinya perlu koreksi untuk asumsi itu Karna dengan pernyataan yang dianggap wajar dan lumrah bahwa " Manusia adalah tempatnya khilaf, salah & dosa " Lebih baik manusia mencoba berpikir ulang bahwa mereka berhak menentukan pasangannya Sejauh apa kata berhak berlaku disini ketika semua bisa diputar balik saat hasilnya tidak menyenangkan Manusia yang masih menganut era Datuk Maringgi banyak berkeliaran Manusia yang masih menganut era Ibu Tiri Cinderela juga berlimpah Dan manusia yang masih bertahan bahwa cinta sejati takkan kemana makin tersisih dan ha...

Manusia Munafik & Manusia Realistis

Ketika atributnya manusia Segala hal baik / buruk menjadi biasa Jika baik pastinya banyak pujian datang Jika buruk akan kembali ke kodrat " cuma manusia biasa " Ketika atributnya manusia Jangankan hal yang lumrah, diluar nalar pun wajar Jika lumrah pastinya banyak yang bisa terima Jika diluar nalar ya kembali ke " cuma manusia biasa " Ketika atributnya manusia Mau berbuat baik atau buruk sepertinya maklum Jika baik pasti diperlihatkan untuk perhatian publik Jika buruk pastilah kembali lagi " cuma manusia biasa " Ya, ketika manusia harus serba dimaklumi, dimengerti & dianggap wajar Sebenarnya nilai manusianya dimana, serendah hewan / msh lbh berharga hewan Atau lbh tepatnya para munafik pencari muka sedang berkumpul Oh ya bahkan manusia ini lupa bahwa semakin sedikit manusia realistis yang berani berkata salah & semakin banyak manusia munafik yang lantang berkata benar Pembenaran demi pembenaran hanya tameng sementara untuk si mu...

Makna " Mencintai tidak harus memiliki "

Apa masih berlaku di zaman ini ? Bukannya itu kalimat kuno utk kisah yg berakhir tdk bahagia ? Atau mgkn bs dialihkan dgn " Tuhan mau kasih yg terbaik menurutNya " ? Apapun itu Mau dibilang kuno, dibilang kalimat pengalihan / cara menghibur diri Nyatanya memang tdk semua hal bs kita dapatkan didunia ini Bukan masalah kaya atau miskin, memang di mata Tuhan semua sama, sayangnya semakin sedikit manusia yg katanya berTuhan namun nyatanya sikap & perbuatannya tdk mencerminkan Tuhannya sama sekali Apapun itu Ketika apa yg sdh didoakan dgn sungguh², menangis meratap memohon sampe jungkir balik, bahkan berani²nya nego dgn Tuhan tapi jika Tuhan bilang " Tidak " atau " Tunggu " ya sudah Mending kalo Tuhan blg " Tunggu ", msh ada kemungkinan Dia sdg mempersiapkan segalanya utk sebuah kisah yg mgkn inspiratif / luar biasa indah Tapi kalo Tuhan sdh blg " Tidak ", habis sudah, cari cara aja utk menyelamatkan diri sendiri dr keputus a...