Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Lara tak terucap

Sudah berkali - kali terjadi bukan Kecewa, terluka, tersakiti itu hanya sebagian kecil dari keteledoran hati Ga perlu terkejut seperti pemain baru Hatimu itu tanggungjawabmu Mau kau apakan, mau bagaimana Itu urusanmu dan terserah padamu Ya, jangan menyalahkan takdir Apalagi keadaan yang berulang terjadi Kaya miskin itu hanya titipan Tapi menjauh dari masalah itu keputusan Bukan pengincar gelimang dunia Bukan juga pemburu harta karun Sayangnya takdir menggiring dengan kelengahanmu Lelah ? Air mata ? Doa yang berderai ? Hasilnya ? Ketika cintamu dalam karna waktu Ketika penantianmu seakan dilecehkan pengkhianatan Ketika akhir dari untaian doa hanya air mata Apa mungkin sisa tenagamu masih berharap Akankah suara paraumu masih jelas terdengar Mampukah hatimu mempertahankan cinta searah Naif ! Lepaskan dia dengan kebebasannya Ikhlaskan dia dengan keliarannya Doakan dia sekembalinya dia pada hidupnya Jika tak kembali, mungkin itu jawabanNya Namun jika kemb...

Esensi senja...

Ya, dia tidak pernah tiba - tiba muncul tanpa sebab Setelah matahari yang terik, setelah hari terang yang bergejolak Dia muncul memberitahukan bahwa teduh itu masih ada Ya, dia teduh yang menghanyutkan Gelapnya berangsur turun pelan namun pasti Menenangkan segala kelelahan yang terbata Senja yang tak pernah menuntut untuk disapa Senja yang mengenyahkan lelah Senja yang redupnya mendamaikan Ketika menantinya bersama hati yang mengaduh Berkasnya turun perlahan mendiamkan gaduh Gelap menyertainya tapi tak pernah mengadu