Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Kelabu yang takkan pernah menjadi terang

Rasa - rasanya sesak ini takkan pernah menemukan leganya Jangankan merasa lapang yang ada hanya sengal yang tak seorang pun tahu Mengerikan gelapnya begitu pekat tanpa sekat Semenderita ini nyatanya sepeninggalnya Hari - hari yang sebelumnya terasa sulit dan membelit Nyatanya ketika dia pergi segalanya makin mencekik Dan ya tentu saja siapapun tak ada yang tahu Sekedar menampakkan senyum bahwa semuanya baik - baik saja Penyesalan bukan lagi kalimat yang mampu mewakili Andai bisa menebus dengan segala hal nyatanya tak bisa Ternyata semengerikan ini ditinggalkan olehnya Ditinggalkan yang takkan pernah kembali Pak, Bagaimana kabarmu disana ? Pasti banyak yang baik - baik menyertaimu dan menemanimu Aku disini cuma bisa diam sendiri dan merindukanmu Pastikan dirimu baik - baik saja sampai kita ketemu lagi ya

First Man I loved 💔

Manusia bisa memilih siapa pasangannya Manusia berhak menjatuhkan hatinya untuk siapa Manusia mutlak memegang kendali atas keputusannya Tapi seorang anak hanyalah hasil dari hubungan badan antar manusia yang berbeda jenis kelamin Menjadi egois dalam menentukan hidup Memegang teguh idealis yang kadang salah kaprah Mengeraskan hati atas dasar emosi yang tak terarah Nyatanya seorang anak hanya bisa menjadi saksi bisu hubungan suami istri yang ia sebut orangtua Anak tidak bisa menjatuhkan pilihan dilahirkan ditengah orangtua yang seperti apa Anak melewati tumbuh kembangnya di lingkungan yang tidak bisa ia tolak Anak menjadi sosok dewasa yang entah nantinya berkarakter seperti apa Anak bahkan tidak dibenarkan untuk sekedar menilai bagaimana orangtuanya Semuanya luluh lantak datang bersama awan hitam pekat yang menggelapkan seluruh pandangan Waktu yang tak terduga nyatanya sudah ditentukanNya untuk kembalinya seseorang yang ia panggil " Bapak " Anak...