Langsung ke konten utama

Lara tak terucap

Sudah berkali - kali terjadi bukan
Kecewa, terluka, tersakiti itu hanya sebagian kecil dari keteledoran hati
Ga perlu terkejut seperti pemain baru

Hatimu itu tanggungjawabmu
Mau kau apakan, mau bagaimana
Itu urusanmu dan terserah padamu

Ya, jangan menyalahkan takdir
Apalagi keadaan yang berulang terjadi
Kaya miskin itu hanya titipan
Tapi menjauh dari masalah itu keputusan

Bukan pengincar gelimang dunia
Bukan juga pemburu harta karun
Sayangnya takdir menggiring dengan kelengahanmu

Lelah ?
Air mata ?
Doa yang berderai ?
Hasilnya ?

Ketika cintamu dalam karna waktu
Ketika penantianmu seakan dilecehkan pengkhianatan
Ketika akhir dari untaian doa hanya air mata

Apa mungkin sisa tenagamu masih berharap
Akankah suara paraumu masih jelas terdengar
Mampukah hatimu mempertahankan cinta searah

Naif !
Lepaskan dia dengan kebebasannya
Ikhlaskan dia dengan keliarannya
Doakan dia sekembalinya dia pada hidupnya

Jika tak kembali, mungkin itu jawabanNya
Namun jika kembali, pastikan dia menghabiskan sisa hidupnya bersamamu

Tuhan tak pernah melewatkan laramu yang tak terucap

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan lagi untuk cinta - cintaan

Manusia diciptakan berpasang - pasangan Dan konon manusia berhak memilih siapa pasangannya Pertanyaannya manusia yang mana atau yang bagaimana Sudah yakin bisa memilih dan pasti berhasil Jika memang berhak memilih lalu patah hati itu apa Jika memang berhak memutuskan lalu perceraian itu apa Jika memang berhak memilah - milah lalu bunuh diri karna cinta itu apa Bukannya hak itu tidak mutlak dimiliki manusia Sepertinya perlu koreksi untuk asumsi itu Karna dengan pernyataan yang dianggap wajar dan lumrah bahwa " Manusia adalah tempatnya khilaf, salah & dosa " Lebih baik manusia mencoba berpikir ulang bahwa mereka berhak menentukan pasangannya Sejauh apa kata berhak berlaku disini ketika semua bisa diputar balik saat hasilnya tidak menyenangkan Manusia yang masih menganut era Datuk Maringgi banyak berkeliaran Manusia yang masih menganut era Ibu Tiri Cinderela juga berlimpah Dan manusia yang masih bertahan bahwa cinta sejati takkan kemana makin tersisih dan ha...

Toxic

Manusia dengan obsesinya, Manusia dengan hidup dan cita - citanya Ada kalanya menjadi sok tahu antara satu dengan lainnya Tiba - tiba menjadi bijaksana layaknya motivator Menjadi lugas menyampaikan bahwa hidup harus dengan ikhlas dan rasa syukur Manusia dengan sepatunya masing - masing dan jalannya masing - masing Tidak semua bisa menyikapi dengan enteng ikhlas dan bersyukur Tidak setiap kali bisa memandang segalanya dari kacamata pemuka agama atau cendekiawan Semua dengan kemudi dan arah tujuan yang berbeda - beda Itu kenapa profesi psikologi itu dibutuhkan dan mahal Karena manusia ingin didengar bukan diceramahi balik Saat orang butuh didengar bukan dikomentari apalagi diajak bersyukur Dan ketika ada pribadi yang merasa siapapun dan segala hal disekitarnya bersifat racun Tidak perlu memaksakan diri jadi manusia sosial jika nyatanya tidak nyaman Tidak perlu berusaha keras menjadi terbuka dan menyenangkan Tidak perlu menjadi yang bukan diri sendiri hany...

Makna " Mencintai tidak harus memiliki "

Apa masih berlaku di zaman ini ? Bukannya itu kalimat kuno utk kisah yg berakhir tdk bahagia ? Atau mgkn bs dialihkan dgn " Tuhan mau kasih yg terbaik menurutNya " ? Apapun itu Mau dibilang kuno, dibilang kalimat pengalihan / cara menghibur diri Nyatanya memang tdk semua hal bs kita dapatkan didunia ini Bukan masalah kaya atau miskin, memang di mata Tuhan semua sama, sayangnya semakin sedikit manusia yg katanya berTuhan namun nyatanya sikap & perbuatannya tdk mencerminkan Tuhannya sama sekali Apapun itu Ketika apa yg sdh didoakan dgn sungguh², menangis meratap memohon sampe jungkir balik, bahkan berani²nya nego dgn Tuhan tapi jika Tuhan bilang " Tidak " atau " Tunggu " ya sudah Mending kalo Tuhan blg " Tunggu ", msh ada kemungkinan Dia sdg mempersiapkan segalanya utk sebuah kisah yg mgkn inspiratif / luar biasa indah Tapi kalo Tuhan sdh blg " Tidak ", habis sudah, cari cara aja utk menyelamatkan diri sendiri dr keputus a...