Sama saja seperti kemarin
Duduk berdua menikmati senja dengan obrolan yang entah tak pernah kehabisan topik
Raut muka dengan berbagai ekspresi diselingi tawa renyah yang selalu jadi favoritku
Ya semua tentangmu jadi favoritku sejak kita memutuskan bersama
Masih sama seperti semalam
Menghabiskan malam berdua dengan hal yang kita sepakati berdua
Bukan karna paksaan atau rasa penasaran layaknya menjajal mainan baru
Hanya karna bentuk rindu yang tak kunjung habis apalagi terlintas bosan
Rasanya tidak akan berubah
Kamu yang bingung mencariku atau aku yang marah tak mendapatimu
Bertemu jadi hal yang candu meski hanya sekedar peluk yang memburu
Mata sayumu, lengkung senyummu, lesung pipit milikmu yang semua kala itu milikku
Sayangnya ternyata berlalu
Memilih pergi tanpa aba - aba untukmu supaya bersiap
Rasanya ada sebagian diriku yang jelas - jelas kukhianati
Nyatanya saat ini aku hanya bisa memandangi bekas - bekasmu
Bekas genggamanmu yang kulepas
Komentar
Posting Komentar