Manusia diciptakan berpasang - pasangan
Dan konon manusia berhak memilih siapa pasangannya
Pertanyaannya manusia yang mana atau yang bagaimana
Sudah yakin bisa memilih dan pasti berhasil
Jika memang berhak memilih lalu patah hati itu apa
Jika memang berhak memutuskan lalu perceraian itu apa
Jika memang berhak memilah - milah lalu bunuh diri karna cinta itu apa
Bukannya hak itu tidak mutlak dimiliki manusia
Sepertinya perlu koreksi untuk asumsi itu
Karna dengan pernyataan yang dianggap wajar dan lumrah bahwa " Manusia adalah tempatnya khilaf, salah & dosa "
Lebih baik manusia mencoba berpikir ulang bahwa mereka berhak menentukan pasangannya
Sejauh apa kata berhak berlaku disini ketika semua bisa diputar balik saat hasilnya tidak menyenangkan
Manusia yang masih menganut era Datuk Maringgi banyak berkeliaran
Manusia yang masih menganut era Ibu Tiri Cinderela juga berlimpah
Dan manusia yang masih bertahan bahwa cinta sejati takkan kemana makin tersisih dan hampir punah
Ya, manusia realistis dengan kematrealistisannya membunuh dengan keji manusia realistis dengan kekuatan doa dan ratapannya
Ketika manusia sudah merasa tidak perlu bertanya kepada Tuhan tentang pilihan hatinya
Ketika manusia sudah merasa berhak memasang - masangkan daripada Tuhan
Ketika manusia sudah mengambil alih penuh masalah perjodohan di bumi
Dan pastikan sampai akhir pun jangan meneriaki / memanggil Tuhan ketika ego kalian menghasilkan petaka
Manusia realistis yang bertahan dengan doa & ratapannya hanya bisa meyakini
Tuhan tidak pernah salah memisahkan / menyatukan manusia satu dengan yang lain
Karena Tuhan mau pasangan yang dia ciptakan membawa damai sukacita
Bukan pasangan reka - reka manusia yang bisa saja membawa petaka kengerian
Dan konon manusia berhak memilih siapa pasangannya
Pertanyaannya manusia yang mana atau yang bagaimana
Sudah yakin bisa memilih dan pasti berhasil
Jika memang berhak memilih lalu patah hati itu apa
Jika memang berhak memutuskan lalu perceraian itu apa
Jika memang berhak memilah - milah lalu bunuh diri karna cinta itu apa
Bukannya hak itu tidak mutlak dimiliki manusia
Sepertinya perlu koreksi untuk asumsi itu
Karna dengan pernyataan yang dianggap wajar dan lumrah bahwa " Manusia adalah tempatnya khilaf, salah & dosa "
Lebih baik manusia mencoba berpikir ulang bahwa mereka berhak menentukan pasangannya
Sejauh apa kata berhak berlaku disini ketika semua bisa diputar balik saat hasilnya tidak menyenangkan
Manusia yang masih menganut era Datuk Maringgi banyak berkeliaran
Manusia yang masih menganut era Ibu Tiri Cinderela juga berlimpah
Dan manusia yang masih bertahan bahwa cinta sejati takkan kemana makin tersisih dan hampir punah
Ya, manusia realistis dengan kematrealistisannya membunuh dengan keji manusia realistis dengan kekuatan doa dan ratapannya
Ketika manusia sudah merasa tidak perlu bertanya kepada Tuhan tentang pilihan hatinya
Ketika manusia sudah merasa berhak memasang - masangkan daripada Tuhan
Ketika manusia sudah mengambil alih penuh masalah perjodohan di bumi
Dan pastikan sampai akhir pun jangan meneriaki / memanggil Tuhan ketika ego kalian menghasilkan petaka
Manusia realistis yang bertahan dengan doa & ratapannya hanya bisa meyakini
Tuhan tidak pernah salah memisahkan / menyatukan manusia satu dengan yang lain
Karena Tuhan mau pasangan yang dia ciptakan membawa damai sukacita
Bukan pasangan reka - reka manusia yang bisa saja membawa petaka kengerian
Komentar
Posting Komentar