Apa masih berlaku di zaman ini ?
Bukannya itu kalimat kuno utk kisah yg berakhir tdk bahagia ?
Atau mgkn bs dialihkan dgn " Tuhan mau kasih yg terbaik menurutNya " ?
Apapun itu
Mau dibilang kuno, dibilang kalimat pengalihan / cara menghibur diri
Nyatanya memang tdk semua hal bs kita dapatkan didunia ini
Bukan masalah kaya atau miskin, memang di mata Tuhan semua sama, sayangnya semakin sedikit manusia yg katanya berTuhan namun nyatanya sikap & perbuatannya tdk mencerminkan Tuhannya sama sekali
Apapun itu
Ketika apa yg sdh didoakan dgn sungguh², menangis meratap memohon sampe jungkir balik, bahkan berani²nya nego dgn Tuhan tapi jika Tuhan bilang " Tidak " atau " Tunggu " ya sudah
Mending kalo Tuhan blg " Tunggu ", msh ada kemungkinan Dia sdg mempersiapkan segalanya utk sebuah kisah yg mgkn inspiratif / luar biasa indah
Tapi kalo Tuhan sdh blg " Tidak ", habis sudah, cari cara aja utk menyelamatkan diri sendiri dr keputus asaan yg bs saja berujung bunuh diri, ga sedikit orang yg sdh hilang harap, hilang arah & tdk ada seorang pun yg tahu / kalo pun tahu jg hanya sekedar ingin tahu bkn utk perduli / menolong
Apapun itu
Secara garis besar memang manusia berhak atas kebahagiaannya, berhak atas hidupnya & berhak menentukan jalannya
Sayangnya ga semua hal di dunia ini termasuk sesama, bisa menerima cara kita utk bahagia, hidup dan menentukan jalan, entah dari yg sedarah / orang² yg ada di sekitar kita
Ketika rasa bahagia bisa dibeli dengan materi, bisa ditukar dengan barang / bs dialihkan dgn segala yg bs dibayar lalu merasa diri kaya
Lalu ketika semua itu habis & hilang, apa kita msh bisa bahagia ?
Apapun itu
Ketika makna " Mencintai tidak harus memiliki " karna satu dan lain hal yg seharusnya tdk bisa dialihkan, tdk bisa ditukar & tdk bisa dibeli nyatanya jadi hal duniawi yg berkutat dengan ego, gengsi, harga diri & eksistensi yg semu
Maka jadilah tercipta bahwa si miskin tdk blh dgn si kaya, si broken home tdk blh dgn si harmonis, si buruk tdk blh dgn si elok dan sebagainya
Ketika peran Tuhan disini diambil alih oleh manusia hanya karna ego, gengsi, harga diri & eksistensi lalu manusia menjadikan segalanya seolah benar & terpuji, pernah terbersit apa yang Tuhan rasakan ?
Apapun itu
Berdoalah, jangan berhenti berharap
Jangan berharap pada manusia, tapi tetap arahkan center ke Tuhan
Bukan karna Dia tdk pernah mengecewakan, tapi Dia tdk pernah mau kita celaka
Dia mgkn tdk menghindarkan, tp Dia menyertai sampai kita mampu melaluinya
Dia mgkn diam dgn semua doa² kita, tp Dia tdk akan tinggal diam ketika tahu itu sdh pd batas kemampuan kita & Dia akan turun tangan
Apapun itu
Percayalah Dia masih Tuhan, Dia masih sanggup & Dia akan menjawab serta menjadikan segalanya indah pada waktuNya
Klise ?
Sayangnya saya tetap percaya
Bukannya itu kalimat kuno utk kisah yg berakhir tdk bahagia ?
Atau mgkn bs dialihkan dgn " Tuhan mau kasih yg terbaik menurutNya " ?
Apapun itu
Mau dibilang kuno, dibilang kalimat pengalihan / cara menghibur diri
Nyatanya memang tdk semua hal bs kita dapatkan didunia ini
Bukan masalah kaya atau miskin, memang di mata Tuhan semua sama, sayangnya semakin sedikit manusia yg katanya berTuhan namun nyatanya sikap & perbuatannya tdk mencerminkan Tuhannya sama sekali
Apapun itu
Ketika apa yg sdh didoakan dgn sungguh², menangis meratap memohon sampe jungkir balik, bahkan berani²nya nego dgn Tuhan tapi jika Tuhan bilang " Tidak " atau " Tunggu " ya sudah
Mending kalo Tuhan blg " Tunggu ", msh ada kemungkinan Dia sdg mempersiapkan segalanya utk sebuah kisah yg mgkn inspiratif / luar biasa indah
Tapi kalo Tuhan sdh blg " Tidak ", habis sudah, cari cara aja utk menyelamatkan diri sendiri dr keputus asaan yg bs saja berujung bunuh diri, ga sedikit orang yg sdh hilang harap, hilang arah & tdk ada seorang pun yg tahu / kalo pun tahu jg hanya sekedar ingin tahu bkn utk perduli / menolong
Apapun itu
Secara garis besar memang manusia berhak atas kebahagiaannya, berhak atas hidupnya & berhak menentukan jalannya
Sayangnya ga semua hal di dunia ini termasuk sesama, bisa menerima cara kita utk bahagia, hidup dan menentukan jalan, entah dari yg sedarah / orang² yg ada di sekitar kita
Ketika rasa bahagia bisa dibeli dengan materi, bisa ditukar dengan barang / bs dialihkan dgn segala yg bs dibayar lalu merasa diri kaya
Lalu ketika semua itu habis & hilang, apa kita msh bisa bahagia ?
Apapun itu
Ketika makna " Mencintai tidak harus memiliki " karna satu dan lain hal yg seharusnya tdk bisa dialihkan, tdk bisa ditukar & tdk bisa dibeli nyatanya jadi hal duniawi yg berkutat dengan ego, gengsi, harga diri & eksistensi yg semu
Maka jadilah tercipta bahwa si miskin tdk blh dgn si kaya, si broken home tdk blh dgn si harmonis, si buruk tdk blh dgn si elok dan sebagainya
Ketika peran Tuhan disini diambil alih oleh manusia hanya karna ego, gengsi, harga diri & eksistensi lalu manusia menjadikan segalanya seolah benar & terpuji, pernah terbersit apa yang Tuhan rasakan ?
Apapun itu
Berdoalah, jangan berhenti berharap
Jangan berharap pada manusia, tapi tetap arahkan center ke Tuhan
Bukan karna Dia tdk pernah mengecewakan, tapi Dia tdk pernah mau kita celaka
Dia mgkn tdk menghindarkan, tp Dia menyertai sampai kita mampu melaluinya
Dia mgkn diam dgn semua doa² kita, tp Dia tdk akan tinggal diam ketika tahu itu sdh pd batas kemampuan kita & Dia akan turun tangan
Apapun itu
Percayalah Dia masih Tuhan, Dia masih sanggup & Dia akan menjawab serta menjadikan segalanya indah pada waktuNya
Klise ?
Sayangnya saya tetap percaya
Komentar
Posting Komentar