Langsung ke konten utama

Ketika perbedaannya setipis itu

Benar memang jangan terlalu benci nanti jadi cinta
Nyatanya pun sebaliknya jika sudah tersakiti atau kecewa luar biasa
Jangan sesekali percaya bahwa cinta itu kekal, tidak pada semua orang
Manusia zaman ini lebih percaya pada materi yang menjamin kebahagiaan daripada pasangan

Ngeri ya...
Saya jawab ya, sangat mengerikan bahkan
Bisa dibayangkan jika materinya dilalap habis oleh Sang Maha Hidup
Masih tetap bahagia ? Atau mau pura - pura gila ?

Nikmati saja materi itu sekenyang - kenyangnya
Berdoa yang kencang semoga tidak cepat habis atau dirampas tak bersisa
Bekerjalah supaya bisa bertambah siapa tahu rezeki orang
Dan satu lagi, jangan dibagi supaya tetap utuh dan sama sekali tidak berkurang

Saya ?
Saya bersyukur dengan kesehatan ini, dengan kebebasan ini, dengan Kasih Tuhan saya yang luar biasa membuat saya kaya
Dan satu lagi, saya bersyukur bisa tetap waras ketika dihadapkan ketidakwarasan seperti kalian
Oh ya satu lagi, saya bersyukur diizinkan Tuhan saya menyaksikan ada manusia - manusia gagal paham seperti kalian

Enjoyed !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan lagi untuk cinta - cintaan

Manusia diciptakan berpasang - pasangan Dan konon manusia berhak memilih siapa pasangannya Pertanyaannya manusia yang mana atau yang bagaimana Sudah yakin bisa memilih dan pasti berhasil Jika memang berhak memilih lalu patah hati itu apa Jika memang berhak memutuskan lalu perceraian itu apa Jika memang berhak memilah - milah lalu bunuh diri karna cinta itu apa Bukannya hak itu tidak mutlak dimiliki manusia Sepertinya perlu koreksi untuk asumsi itu Karna dengan pernyataan yang dianggap wajar dan lumrah bahwa " Manusia adalah tempatnya khilaf, salah & dosa " Lebih baik manusia mencoba berpikir ulang bahwa mereka berhak menentukan pasangannya Sejauh apa kata berhak berlaku disini ketika semua bisa diputar balik saat hasilnya tidak menyenangkan Manusia yang masih menganut era Datuk Maringgi banyak berkeliaran Manusia yang masih menganut era Ibu Tiri Cinderela juga berlimpah Dan manusia yang masih bertahan bahwa cinta sejati takkan kemana makin tersisih dan ha...

Toxic

Manusia dengan obsesinya, Manusia dengan hidup dan cita - citanya Ada kalanya menjadi sok tahu antara satu dengan lainnya Tiba - tiba menjadi bijaksana layaknya motivator Menjadi lugas menyampaikan bahwa hidup harus dengan ikhlas dan rasa syukur Manusia dengan sepatunya masing - masing dan jalannya masing - masing Tidak semua bisa menyikapi dengan enteng ikhlas dan bersyukur Tidak setiap kali bisa memandang segalanya dari kacamata pemuka agama atau cendekiawan Semua dengan kemudi dan arah tujuan yang berbeda - beda Itu kenapa profesi psikologi itu dibutuhkan dan mahal Karena manusia ingin didengar bukan diceramahi balik Saat orang butuh didengar bukan dikomentari apalagi diajak bersyukur Dan ketika ada pribadi yang merasa siapapun dan segala hal disekitarnya bersifat racun Tidak perlu memaksakan diri jadi manusia sosial jika nyatanya tidak nyaman Tidak perlu berusaha keras menjadi terbuka dan menyenangkan Tidak perlu menjadi yang bukan diri sendiri hany...

Makna " Mencintai tidak harus memiliki "

Apa masih berlaku di zaman ini ? Bukannya itu kalimat kuno utk kisah yg berakhir tdk bahagia ? Atau mgkn bs dialihkan dgn " Tuhan mau kasih yg terbaik menurutNya " ? Apapun itu Mau dibilang kuno, dibilang kalimat pengalihan / cara menghibur diri Nyatanya memang tdk semua hal bs kita dapatkan didunia ini Bukan masalah kaya atau miskin, memang di mata Tuhan semua sama, sayangnya semakin sedikit manusia yg katanya berTuhan namun nyatanya sikap & perbuatannya tdk mencerminkan Tuhannya sama sekali Apapun itu Ketika apa yg sdh didoakan dgn sungguh², menangis meratap memohon sampe jungkir balik, bahkan berani²nya nego dgn Tuhan tapi jika Tuhan bilang " Tidak " atau " Tunggu " ya sudah Mending kalo Tuhan blg " Tunggu ", msh ada kemungkinan Dia sdg mempersiapkan segalanya utk sebuah kisah yg mgkn inspiratif / luar biasa indah Tapi kalo Tuhan sdh blg " Tidak ", habis sudah, cari cara aja utk menyelamatkan diri sendiri dr keputus a...