Langsung ke konten utama

Harus sesakit ini...

Hujan kali ini terasa menusukku
Ingin sekali menyakitiku sampai ke tulang rusuk
Jatuhnya seperti tanpa basa - basi merasuk
Ya, hujan kali ini diluar nalarku

Jarak yang mungkin bagi sebagian orang dekat, tidak menurutku
Sepertinya jalan itu memanjang atau lebih jauh dari biasanya
Lama sekali sampai tulang - tulangku mulai protes karna bosan
" Sebentar lagi " desahku lirih menahan banyak hal

Apa yang kucari dengan jarak ketika sebenarnya tidak tertolong
Apa yang kukejar bersama waktu ketika nyatanya tetap memilih pergi
Apa yang kugenggam dalam harap ketika ujungnya kutatap dengan nanar

Ya, hujan malam itu begitu ngeri
Dia menggilasku dengan bulirnya tanpa ampun
Meluruhkan semua asa yang tersisa untuknya dalam kengerian
Harus sesakit ini aku menikmati hujan malam itu

Haruskah. . .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan lagi untuk cinta - cintaan

Manusia diciptakan berpasang - pasangan Dan konon manusia berhak memilih siapa pasangannya Pertanyaannya manusia yang mana atau yang bagaimana Sudah yakin bisa memilih dan pasti berhasil Jika memang berhak memilih lalu patah hati itu apa Jika memang berhak memutuskan lalu perceraian itu apa Jika memang berhak memilah - milah lalu bunuh diri karna cinta itu apa Bukannya hak itu tidak mutlak dimiliki manusia Sepertinya perlu koreksi untuk asumsi itu Karna dengan pernyataan yang dianggap wajar dan lumrah bahwa " Manusia adalah tempatnya khilaf, salah & dosa " Lebih baik manusia mencoba berpikir ulang bahwa mereka berhak menentukan pasangannya Sejauh apa kata berhak berlaku disini ketika semua bisa diputar balik saat hasilnya tidak menyenangkan Manusia yang masih menganut era Datuk Maringgi banyak berkeliaran Manusia yang masih menganut era Ibu Tiri Cinderela juga berlimpah Dan manusia yang masih bertahan bahwa cinta sejati takkan kemana makin tersisih dan ha...

Toxic

Manusia dengan obsesinya, Manusia dengan hidup dan cita - citanya Ada kalanya menjadi sok tahu antara satu dengan lainnya Tiba - tiba menjadi bijaksana layaknya motivator Menjadi lugas menyampaikan bahwa hidup harus dengan ikhlas dan rasa syukur Manusia dengan sepatunya masing - masing dan jalannya masing - masing Tidak semua bisa menyikapi dengan enteng ikhlas dan bersyukur Tidak setiap kali bisa memandang segalanya dari kacamata pemuka agama atau cendekiawan Semua dengan kemudi dan arah tujuan yang berbeda - beda Itu kenapa profesi psikologi itu dibutuhkan dan mahal Karena manusia ingin didengar bukan diceramahi balik Saat orang butuh didengar bukan dikomentari apalagi diajak bersyukur Dan ketika ada pribadi yang merasa siapapun dan segala hal disekitarnya bersifat racun Tidak perlu memaksakan diri jadi manusia sosial jika nyatanya tidak nyaman Tidak perlu berusaha keras menjadi terbuka dan menyenangkan Tidak perlu menjadi yang bukan diri sendiri hany...

Makna " Mencintai tidak harus memiliki "

Apa masih berlaku di zaman ini ? Bukannya itu kalimat kuno utk kisah yg berakhir tdk bahagia ? Atau mgkn bs dialihkan dgn " Tuhan mau kasih yg terbaik menurutNya " ? Apapun itu Mau dibilang kuno, dibilang kalimat pengalihan / cara menghibur diri Nyatanya memang tdk semua hal bs kita dapatkan didunia ini Bukan masalah kaya atau miskin, memang di mata Tuhan semua sama, sayangnya semakin sedikit manusia yg katanya berTuhan namun nyatanya sikap & perbuatannya tdk mencerminkan Tuhannya sama sekali Apapun itu Ketika apa yg sdh didoakan dgn sungguh², menangis meratap memohon sampe jungkir balik, bahkan berani²nya nego dgn Tuhan tapi jika Tuhan bilang " Tidak " atau " Tunggu " ya sudah Mending kalo Tuhan blg " Tunggu ", msh ada kemungkinan Dia sdg mempersiapkan segalanya utk sebuah kisah yg mgkn inspiratif / luar biasa indah Tapi kalo Tuhan sdh blg " Tidak ", habis sudah, cari cara aja utk menyelamatkan diri sendiri dr keputus a...