Dua orang dewasa yang saling menatap
Satu sisi dengan nanar, fisik yang lelah dan segenggam asa yang masih disimpan
Sisi yang lain menatap penuh kebencian, amarah dan gumpalan dendam
Ya, keadaan sudah jauh berbeda sekarang
Teriakan, rintihan, amarah dan pekikan bersahutan
Tak ada yang melerai, tak seorang pun
Laki - laki yang berdiri di hadapannya bukan lagi sosok yang dicintainya
Malam itu berubah menjadi neraka yang siap menghukumnya
Wanita yang selalu optimis, menganggap hidup adalah ladangnya
Wanita yang tak pernah lepas tersenyum menghadapi hidupnya
Wanita yang berusaha tegar dan bersyukur atas apa yang selama ini ada di hidupnya
Malam itu berubah menjadi pesakitan dengan pekikan lirih dan pedih
Semua berubah
Berlalu tersapu amarah, dendam, jiwa yang ingin bebas dan entah apa yang menunggu
Bias lampu menambah ngeri neraka malam itu, seperti sudah tersetting olehNya
Akhirnya gugur, menyerah pada nasib, mengembalikan lagi padaNya
Malam yang penuh kengerian itu sudah berlalu
Sudah berlalu . . .
Satu sisi dengan nanar, fisik yang lelah dan segenggam asa yang masih disimpan
Sisi yang lain menatap penuh kebencian, amarah dan gumpalan dendam
Ya, keadaan sudah jauh berbeda sekarang
Teriakan, rintihan, amarah dan pekikan bersahutan
Tak ada yang melerai, tak seorang pun
Laki - laki yang berdiri di hadapannya bukan lagi sosok yang dicintainya
Malam itu berubah menjadi neraka yang siap menghukumnya
Wanita yang selalu optimis, menganggap hidup adalah ladangnya
Wanita yang tak pernah lepas tersenyum menghadapi hidupnya
Wanita yang berusaha tegar dan bersyukur atas apa yang selama ini ada di hidupnya
Malam itu berubah menjadi pesakitan dengan pekikan lirih dan pedih
Semua berubah
Berlalu tersapu amarah, dendam, jiwa yang ingin bebas dan entah apa yang menunggu
Bias lampu menambah ngeri neraka malam itu, seperti sudah tersetting olehNya
Akhirnya gugur, menyerah pada nasib, mengembalikan lagi padaNya
Malam yang penuh kengerian itu sudah berlalu
Sudah berlalu . . .
Komentar
Posting Komentar