Menulis dalam benak semua yang sudah terlewati
Terlampau rindu memandang semua yang berlalu
Ya, kenangan muncul ketika segala hal mulai hilang
Menunggu perlahan hilang lenyap dan tak berbekas
Neraka besar untuk hati yang kecil
Kiamat kecil untuk manusia yang lengah
Andai masih bisa menyelamatkan diri dari semuanya
Sayangnya terlambat, terjadi di depan mata sayu yang kelelahan
Menanyakan keberadaan Tuhan ketika perih itu terlampau
Menanyakan kepuasan mereka yang menari atas pedih ini
Tubuh yang lelah, lidah yang kelu, nafas yang tercekat
Andai kengerian malam itu bisa dihindari, andai
Raga itu berdiri namun sudah tidak pada tempatnya
Jiwa itu perlahan menguap meluapkan kepedihannya
Hatinya menyelinap dalam perih, berharap ada keajaiban
Sudah terlewat, berlalu
Hilang . . .
Terlampau rindu memandang semua yang berlalu
Ya, kenangan muncul ketika segala hal mulai hilang
Menunggu perlahan hilang lenyap dan tak berbekas
Neraka besar untuk hati yang kecil
Kiamat kecil untuk manusia yang lengah
Andai masih bisa menyelamatkan diri dari semuanya
Sayangnya terlambat, terjadi di depan mata sayu yang kelelahan
Menanyakan keberadaan Tuhan ketika perih itu terlampau
Menanyakan kepuasan mereka yang menari atas pedih ini
Tubuh yang lelah, lidah yang kelu, nafas yang tercekat
Andai kengerian malam itu bisa dihindari, andai
Raga itu berdiri namun sudah tidak pada tempatnya
Jiwa itu perlahan menguap meluapkan kepedihannya
Hatinya menyelinap dalam perih, berharap ada keajaiban
Sudah terlewat, berlalu
Hilang . . .
Komentar
Posting Komentar